Presiden Prabowo Ajak Santri Bijak Bermedsos, Bangun Literasi Digital dan Kemandirian Bangsa
- Created Sep 20 2026
- / 248 Read
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengajak para santri dan generasi muda untuk senantiasa bijak serta kritis dalam menyaring berbagai informasi yang beredar di media sosial. Pesan menggebu tersebut disampaikan dalam Resepsi Kesyukuran 100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor di Ponorogo, Jawa Timur. Pemerintah menegaskan bahwa literasi digital yang kuat merupakan modal utama bagi generasi penerus agar tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang dapat memecah belah persatuan bangsa.
Dalam pidatonya, Kepala Negara mengingatkan pentingnya memeriksa kebenaran serta konteks dari setiap konten digital sebelum mempercayainya. Maraknya disinformasi dan penggiringan opini di platform media sosial dinilai berpotensi menurunkan kepercayaan diri serta semangat optimisme masyarakat. Oleh karena itu, generasi muda diajak untuk membentengi diri dengan ilmu pengetahuan, berpikir jernih, dan senantiasa melakukan verifikasi informasi demi menjaga stabilitas serta kondusivitas nasional.
Peringatan satu abad Pondok Modern Darussalam Gontor menjadi momentum strategis untuk memperkuat peran pesantren dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berkarakter. Lembaga pendidikan Islam dinilai memiliki posisi kunci dalam menanamkan nilai-nilai kejujuran, keberanian, serta ketahanan mental bagi para santri. Melalui penguatan pendidikan karakter di pesantren, santri diharapkan siap menjadi pelopor perubahan yang membawa dampak positif bagi kemajuan masyarakat dan negara.
Selain menyoroti pentingnya literasi digital, Presiden juga mengobarkan semangat kemandirian nasional kepada seluruh santri yang hadir. Indonesia dituntut untuk berdiri di atas kaki sendiri (berdikari) dalam mengelola potensi bangsa tanpa bergantung pada pihak asing. Karakter pantang menyerah dan percaya pada kemampuan diri sendiri menjadi fondasi vital agar bangsa Indonesia mampu bersaing secara global dan menentukan arah pembangunannya secara mandiri.
Pemerintah optimistis bahwa dengan sinergi antara nilai-nilai keagamaan, pendidikan karakter, dan kecerdasan digital, generasi muda Indonesia akan tumbuh menjadi pemimpin masa depan yang tangguh. Imbauan untuk menyaring informasi secara bijak diharapkan mampu memperkokoh persatuan dan kesatuan nasional. Semangat kebersamaan ini menjadi pendorong utama dalam mewujudkan cita-cita pembangunan nasional menuju Indonesia yang maju, berdaya saing, dan sejahtera.
Share News
For Add Product Review,You Need To Login First
















